Jumat, 29 Maret 2013

Faktor Resiko Kebutuhan Berpakaian


KEBUTUHAN BERPAKAIAN
1. Diagnosa
a.    Resiko kerusakan kulit berhubungan dengan kelembaban kulit
b.    Resiko infeksi berhubungan dengan kerusakan kulit
c.    Resiko defisit perawatan diri berhubungan dengan ketidakmampuan untuk berpakaian

2. Faktor resiko dampak pada:
    a. Pasien
        a.1. Faktor Resiko Kerusakan Integritas Kulit
·           Eksternal:
ü  Hipertermi / Hipotemi
ü  Substansi kimia
ü  Kelembaban kulit
ü  Immobilitas fisik
ü  Radiasi
ü  Defisit imunologi

·            Internal:
ü  Perubahan sensasi
ü  Perubahan pigmentasi
ü  Perubahan sirkulasi
ü  Perubahan turgor (elastisitas kulit)

        a.2.  Faktor resiko infeksi
ü  Proedur infasif
ü  Ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari paparan patogen
ü  Trauma
ü  Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan
ü  Peningkatan paparan lingkungan patogen
ü  Tidak adekuat pertahanan tubuh primer dan ekunder
ü  Penyakit kronik

        a.3.  Faktor resiko defisit perawatan diri
   1. Faktor prediposisi
a.    Perkembangan
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu.
b.    Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
c.    Kemampuan realitas turun
Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.
d.    Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri dan lingkungannya. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri.

2.  Faktor presipitasi
Yang merupakan faktor presipitasi defisit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.

b. Perawat
1.    Faktor resiko kerusakan integritas kulit
Resiko penularan penyakit kulit oleh pasien.
2.    Faktor resiko infeksi
Resiko terjadi infeksi nasokomial.
3.    Faktor resiko defisit perawatan diri
Terjadi kontak langsung antara kulit penderita dan kulit perawat.


3. Intervensi Keperawatan
a.    Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban kulit
1.    Kriteria hasil:
ü Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi).
ü Tidak ada luka pada kulit.
ü Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit.
2.    Intervensi keperawatan
a.    Untuk pasien:
ü Anjurkan pasien mengganti pakaian dan menggunakan pakaian yang longgar.
ü Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering.
ü Monitor kulit akan adanya kemerahan.
ü Berikan posisi senyaman mungkin.
b.    Untuk perawat:
ü    Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan.
ü    Gunakan sarung tangan sebagai alat pelindung.
b. Resiko infeksi berhubungan dengan kerusakan kulit
1.    Kriteria hasil:
ü Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi.
ü Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi.
ü Menunjukkan prilaku hidup sehat.
2.  Intervensi keperawatan:
a.    Untuk pasien:
ü  Pertahankan teknik aseptip.
ü  Monitor tanda dan gejala infeksi.
ü  Infeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan.
ü  Monitor adanya luka.
ü  Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi.
b.  Untuk perawat:
ü Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan.
ü Gunakan baju dan sarung tangan sebagai alat pelindung.

c.  Resiko defisit pengembangan diri berhubungan dengan ketidak mampuan untuk berpakaian
1.    Kriteria hasil:
ü Klien terbebas dari bau badan
ü Menyatakan kemampuan untuk melakukan ADL
2.  Intervensi keperawatan:
a.                  Untuk pasien:
ü Monitor ketidakmampuan klien untuk perawatan diri yang mandiri.
ü Monitor kebutuhan klien untuk berpakaian.
ü Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk melakukan self-care.
ü Mandikan pasien dengan air hangat.
b.  Untuk perawat:
ü Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan.
ü Gunakan APD (Alat Pelindung Diri).