KEBUTUHAN BERPAKAIAN
1. Diagnosa
a.
Resiko
kerusakan kulit berhubungan dengan kelembaban kulit
b.
Resiko
infeksi berhubungan dengan kerusakan kulit
c.
Resiko
defisit perawatan diri berhubungan dengan ketidakmampuan untuk berpakaian
2. Faktor resiko dampak pada:
a.
Pasien
a.1. Faktor Resiko Kerusakan Integritas
Kulit
·
Eksternal:
ü Hipertermi / Hipotemi
ü Substansi kimia
ü Kelembaban kulit
ü Immobilitas fisik
ü Radiasi
ü Defisit imunologi
·
Internal:
ü Perubahan sensasi
ü Perubahan pigmentasi
ü Perubahan sirkulasi
ü Perubahan turgor (elastisitas kulit)
a.2.
Faktor resiko infeksi
ü Proedur infasif
ü Ketidakcukupan pengetahuan untuk
menghindari paparan patogen
ü Trauma
ü Kerusakan jaringan dan peningkatan
paparan lingkungan
ü Peningkatan paparan lingkungan
patogen
ü Tidak adekuat pertahanan tubuh primer
dan ekunder
ü Penyakit kronik
a.3.
Faktor resiko defisit perawatan diri
1. Faktor prediposisi
a.
Perkembangan
Keluarga terlalu
melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu.
b.
Biologis
Penyakit kronis yang
menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
c.
Kemampuan
realitas turun
Klien dengan gangguan
jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya
dan lingkungan termasuk perawatan diri.
d.
Sosial
Kurang dukungan dan latihan
kemampuan perawatan diri dan lingkungannya. Situasi lingkungan mempengaruhi
latihan kemampuan dalam perawatan diri.
2.
Faktor presipitasi
Yang merupakan faktor
presipitasi defisit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi, kerusakan
kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami individu sehingga
menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.
b.
Perawat
1.
Faktor
resiko kerusakan integritas kulit
Resiko penularan penyakit
kulit oleh pasien.
2.
Faktor
resiko infeksi
Resiko terjadi infeksi
nasokomial.
3.
Faktor
resiko defisit perawatan diri
Terjadi kontak langsung
antara kulit penderita dan kulit perawat.
3. Intervensi Keperawatan
a.
Resiko
kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban kulit
1.
Kriteria
hasil:
ü Integritas kulit yang baik bisa
dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi).
ü Tidak ada luka pada kulit.
ü Mampu melindungi kulit dan
mempertahankan kelembaban kulit.
2.
Intervensi
keperawatan
a.
Untuk
pasien:
ü Anjurkan pasien mengganti pakaian dan
menggunakan pakaian yang longgar.
ü Jaga kebersihan kulit agar tetap
bersih dan kering.
ü Monitor kulit akan adanya kemerahan.
ü Berikan posisi senyaman mungkin.
b.
Untuk
perawat:
ü Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan.
ü Gunakan sarung tangan sebagai alat
pelindung.
b. Resiko infeksi berhubungan dengan
kerusakan kulit
1.
Kriteria
hasil:
ü Klien bebas dari tanda dan gejala
infeksi.
ü Menunjukkan kemampuan untuk mencegah
timbulnya infeksi.
ü Menunjukkan prilaku hidup sehat.
2.
Intervensi keperawatan:
a.
Untuk
pasien:
ü Pertahankan teknik aseptip.
ü Monitor tanda dan gejala infeksi.
ü Infeksi kulit dan membran mukosa
terhadap kemerahan.
ü Monitor adanya luka.
ü Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan
gejala infeksi.
b.
Untuk perawat:
ü Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan.
ü Gunakan baju dan sarung tangan
sebagai alat pelindung.
c. Resiko defisit pengembangan diri berhubungan
dengan ketidak mampuan untuk berpakaian
1.
Kriteria
hasil:
ü Klien terbebas dari bau badan
ü Menyatakan kemampuan untuk melakukan
ADL
2. Intervensi keperawatan:
a.
Untuk
pasien:
ü Monitor ketidakmampuan klien untuk
perawatan diri yang mandiri.
ü Monitor kebutuhan klien untuk
berpakaian.
ü Sediakan bantuan sampai klien mampu
secara utuh untuk melakukan self-care.
ü Mandikan pasien dengan air hangat.
b. Untuk perawat:
ü Cuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan tindakan keperawatan.
ü Gunakan APD (Alat Pelindung Diri).
1 komentar:
semangka !!!!!!
Posting Komentar